Harga getah karet Petani di Bungo capai Rp 13.000 per kilogram

Gbnews,Bungo-Harga getah karet di tingkat petani Kabupaten Bungo,Provinsi Jambi capai harga  13.000 per kilogram

"Ada kenaikan harga getah karet sebesar Rp500," ucap Fahmi Kepala Pasar Lelang Karet Dusun Pematang panjang,Kabupaten Bungo, Senin,(20/06/2022)


Dijelaskan fahmi dalam dua bulan terakhir harga getah karet di Pasar Lelang Karet tersebut berkisar antara Rp11.800 hingga Rp 13.000 per kilogram.


Kenaikan harga karet  terjadi setelah hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah. Sebelum hari raya Idul Fitri harga getah karet tersebut per kilogram nya hanya berkisar Rp11.300.


"Harga getah karet di Pasar Lelang Karet juga ditentukan oleh kualitas getah karet yang di sadap petani, jika kualitasnya baik tentu harganya tinggi," kata Fahmi.


Kualitas getah karet cukup mempengaruhi harga jual getah karet. Dimana rentang harga kualitas getah karet yang baik dan tidak baik tersebut bisa mencapai Rp900 hingga Rp1.000 per kilogram nya.


Namun secara kualitas getah karet yang di sadap petani di daerah itu alami penurunan. Hal itu dikarenakan sebagian besar petani karet di daerah itu menggunakan bahan kimia untuk merangsang getah karet agar hasilnya lebih banyak.


Sementara bahan kimia tersebut mempengaruhi kadar kering karet (K3). Sedangkan K3  sangat mempengaruhi harga jual getah karet karena kualitas getah karet di ukur melalui K3.


Penggunaan bahan kimia oleh petani terhadap pohon getah karet tersebut dikarenakan produksi getah yang menurun karena usia pohon karet yang sudah tua. 


Maslan,salah satu petani karet yang sedang menjual hasil kebun nya mengungkapkan bahwa Harga karet saat ini sebenarnya tidak terlalu membantu ekonomi keluarga


" Harga karet memang sudah Diatas Rp.10.000 per kilogram,tapi harga tersebut tidak berbanding lurus dengan cuaca yang saat ini sudah masuk musim hujan,ditambah lagi banyak pohon karet dari petani kecil yang sudah menua sehingga sangat berpengaruh terhadap getah yang dihasilkan" ungkapnya


Dirinya juga berharap adanya campur tangan dari pemerintah untuk peremajaan kebun karet,jika tidak maka akan semakin banyak petani yang melakukan alih fungsi dari perkebunan karet menjadi perkebunan kelapa sawit.(Ary)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama