Notification

×

Indeks Berita

EVALUASI KETERSEDIAN STOK PANGAN USAI IDUL FITRI DI KABUPATEN BUNGO

Kamis, 20 Mei 2021 | 12:36 WIB Last Updated 2021-05-20T05:36:30Z

 

 

GemaBungoFM (20/05)- Mitra muda, Wakil Bupati Bungo H. Syafruddin Dwi Apriyanto,S.pd  mengadakan Rapat Koordinasi High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Jambi Semester 1 Tahun 2021 sekira pukul 09.30 WIB bertempat di Ruang Kerja Wakil Bupati Bungo. Kamis (20/05). 

Dalam acara rapat tersebut Dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, OPD, Bulog, Bappeda, Kepala Dinas dan BPS Kabupaten Bungo.


 



Untuk menyampaikan  evaluasi ketersediaan harga bahan pangan pasca Ramadhan dan Idul Fitri 1442H, usulan program kerjasama tahun 2021 dan menyampaikan data inflasi Kabupaten Bungo dan Nasional periode Januari s/d April 2021.


Data evaluasi paskah Ramadan beberapa industri pangan di Kabupaten bungo  stok pada 20 Mei 2021 beras sebanyak 25 ton, Gula 5 ton, Tepung 5ton, Minyak curah 21 ton. Dinas tanam pangan dan Perkebunan stok beras sebanyak  1.995 ton, Stok ketersedian beras sebanyak 546 ton, Gula 12,85 ton Tepung terigu 2,5ton .

 

 

Wakil Bupati bungo menyampaikan “kita ingin mengevaluasi bagaimana kondisi kita hari ini karena  memang data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan dari januari-maret terjadi inflasi deflasi dan seterusnya, kami mengambil langkah-langkah agar tugas kita pemerintah Bungo tidak sekedar menekan tapi juga menjaga stabilitas inflasi di Bungo jangan sampai terjadi gejolak dan supaya kebutuhan kita dapat tercukupi dan kami juga akan mengadakan Diskusi intens bersama BPS yang nantinya akan rutin merilis Kondisi kita.”

 

Sebelumnya diketahui bahwa permintaan masyarakat terhadap pangan menurun namun setelah H-2 menjelang Ramadan permintaan masyarakat meningkat bahkan  mencapai 8ton/hari artinya daya beli dari masyarakat meningkat.

 

 


Yudi Prawira Selaku bagian Perekonomian Kabupaten Bungo menyampaikan mulai dari Januari –April mengalami Inflasi Deflasi, dari data yang terlihat Pada bulan Januari mengalami Inflasi sebesar 0,50%, bulan Februari Deflasi 0,46%, Maret Inflasi 0,35% dan April Deflasi 0,26% dan diperkirakan untuk bulan mei akan mengalami inflasi.

Inflasi digunakan untuk mengukur kenaikan harga barang, apakah barang tersebut mengalami kenaikan atau penurunan.”tutupnya”.

 

 

 

×
Berita Terbaru Update
close
Streaming Persada