Notification

×

Indeks Berita

Mengenal tradisi menyapu kepala anak yatim di Dusun Lubuk landai pada hari Asyura

Rabu, 17 Juli 2024 | 11:36 WIB Last Updated 2024-07-17T05:02:23Z
Tradisi menyapu kepala anak yatim di Dusun lubuk landai. Foto : gemabungofm.com  / Ary 



GBNEWS, BUNGO - Setiap 10 Muharram atau bertepatan dengan hari Asyura, umat Islam  memperingati hari tersebut sebagai hari raya Anak Yatim atau dikenal dengan Idul Yatama.

Hari raya anak yatim atau lebaran anak yatim dirayakan untuk memberi rasa suka cita bagi semua anak yatim. Tapi tentu tak seperti Idul Adha dan Idul Fitri, perayaan Idul Yatama
atau lebaran anak yatim ini tak harus dirayakan dengan salat Ied.


Bertepatan dengan hari Asyura di 10 Muharram, maka umat Islam juga dianjurkan bersedekah kepada anak yatim. Salah satunya dengan memberi jamuan berbagai macam makanan.

Tradisi hari Asyura ini juga dilaksanakan  di Kabupaten Bungo, seperti tradisi menyapu (mengusap) kepala anak yatim yang dilaksanakan pada setiap hari Asyura oleh Masyarakat Lubuk landai.

Pada momentum tersebut, masyarakat lubuk landai berbondong-berbondong datang ke Masjid dengan membawa bekal makanan dan uang santunan yang akan diberi kepada anak yatim.

Tak hanya itu, diiringi sholawatan dan lantunan dzikir, masyarakat yang hadir juga menyapu kepala anak yatim sebagai tanda kasih sayang.

Aslamah, kepala Madrasah jauharul ihsan, Dusun lubuk landai mengatakan bahwa momentum hari Asyura juga mengisyaratkan kepada manusia bahwa Kematian itu benar-benar nyata

" hari Asyura Selain diperingati sebagai hari raya anak yatim juga menjadi momentum bagi kita untuk mengingat Kematian," Pungkasnya, Rabu (17/07/2024).

Mengutip dari berbagai sumber, lebaran anak yatim berangkat dari kebiasaan Rasulullah SAW yang terkenal sangat menyayangi dan menghargai anak yatim. Beliau selalu bersedekah dan menyantuni anak yatim.





Reporter  : Ary



×
Berita Terbaru Update
close
Streaming Persada