Whatsapp Memberlakukan Aturan baru? PENGGUNAA PLATFORM SIGNAL DAN TELEGRAM MENINGKAT!



GemaBungoFM, Muara Bungo (14/01) Mitra Muda, Semenjak whatsapp mengeluarkan Kebijakan Privasi Baru Ternyata membuat sejumlah pengguna Memikirkan alternatif pengganti platform pengirim pesan lain seperti Telegram dan Signal. Telegram sendiri sudah Menempati Peringkat 1 Terpopuler di playstore dalam kategori Komunikasi, dan aplikasi Signal Mengalami Peningkatan Jumlah Penggunanya sehingga Saat Ini menempati posisi ke dua setelah telegram dalam kategori Komunikasi.


Platform Signal,Telegram dan Whatsapp

Whatssapp sendiri sudah memiliki 2 miliar pengguna namun semenjak di berlakukannya kebijakan baru dari whatsapp sehingga Mengalami Penurunan Penggunanya dan menempati posisi ke tiga setelah Signal dalam kategori Komunikasi.


Signal menawarkan Sejumlah fitur Keamanan Yang bahkan tidak ada di platfom lain. Misalnya, dari dukungan end-to-end encryption, berarti pengguna Yang mengirim dan Menerima Pesan dapat membaca isi obrolan. Bahkan Platfom pun Tidak Bisa Melihat isi dari pesan Obrolan.


Keuntungan dan Kerugian Masing-masing dari Platform

Menurut Pendiri Signal Brian Acton terkait kebijakan data whatsapp dan facebook yang berujung Polemik, Ia Menyatakan , “ Pertistiwa terkecil dapat Memicu hasil yang besar. Kami juga senang dapat melakukan percakapan tentang privasi online dan kemanan digital. Orang-orang beralih ke signal sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut”


Karena ini merupakan momentum besar bagi signal yang ia dirikan pada tahun 2018 untuk bersinar dan memberikan Pengguna alternative pilihan dalam menggunakan media sosial.


Berdasarkan data, signal memiliki sekitar 20juta pengguna aktif bulanan secara global pada akhir desember 2020 dan di unduh lebih dari 7,5 juta pada 10 Januari.


Tampilan Didalam Platform Signal

Kedepannya Aplikasi/Platfom Pengirim Pesan Ini akan Dikembangkan dengan Semaksimal mungkin agar Pengguna Dapat  merasakan Suasana baru ketika Berada dalam aplikasi Signal.

 




 (in)

Lebih baru Lebih lama